Cara Memilih Flow Meter


Cara memilih Jenis Flowmeter

Flow meter merupakan instrumen guna mengukur aliran dari suatu fluida baik liquid ( liquidflowmeter), sludge ( sludge flow meter) maupun gas ( flow meter gas), baik bertemperatur rendah hingga temperatur tinggi. Dalam memilih flow meter harus disesuaikan dengan kondisi fluid dan fungsi flowmeter itu sendiri.

Karakteristik dari fluida yang diukur oleh flow meter sangat luas mulai dari tingkat corosive fluida dimana untuk fluida yang tingkat keasamannya tinggi mungkin lebih cocok jika menggunakan flowmeter dari bahan PVC / non logam.

Dari hasil penelitian kesalahan terbesar dari pembeli flow meter dan alat instrument lainya ada dua sebab dimana pembeli flow meter tidak mengerti dan memahami bahkan kesulitan merumuskan spesifikasi flow meter yang akan di beli. Penyebab kedua adalah para penjual flow meter yang dasarnya hanya jualan maunya flow meter yang tersedia atau ready stock segera terjual. Karena itu bisa berakibat fatal sehingga akurasi flowmeter tidak tercapai, manfaat tambahan tidak ada, biaya maintenance sangat tingi dna life time flow meter jadi pendek.

Sebaiknya sebelum membeli flowmeter jangan hanya berdasarkan fungsi dasar yaitu untuk membaca besaran aliran dari fluida, namun lebih jauh harusnya pembeli flow meter harus bisa merumuskan betul tentang life time, budget, biaya installasi, biaya maintenance dan yang terpenting lagi seoptimal apa manfaat flow meter yanga akan dibeli.

Banyaknya jenis serta model flow meter yang di produksi berbagai manufacture harus menjadi titik kritis para engineer untuk bisa mendapatkan gambaran berdasarkan aplikasi yang dinginkan dari sesuai dengan tujuan dan kegunaan pemasangan flow meter, sesuai dengan cara dan posisi instalasi flow meter, bisa mendapatkan flow meter yang life timenya lama serta biaya maintenance nya murah.

Untuk fluida yang bertemperatur tinggi tentunya digunakan matrial lain. Begitu juga untuk tingkat kepekatan matrial fluida jenis flow meter harus disesuaikan. Untuk fluida yang diaplikasikan pada bahan makanan atau obat-obatan yang menuntut bahan pipa dan bahan flowmeter yang harus food grade lebih cocok kalo dipakai stainles steel SUS 316L. Dan untuk lingkungan yang corisive seperti di laut mungkin body dan flange flow meter lebih pas jika menggunakan stainless steel.

Karena dibutuhkan ketelitian dan pemahaman akan karakteristik fluid serta manfaatnya , serta cara kerja Flowmeter dan fungsi flow meter itu sendiri. Ada beberapa variabel yang harus kita tentukan dalam MEMILIH FLOW METER pada saat penentuan type flow meter dan model flowmeter yang cocok dengan aplikasi yang kita harapkan, varibel pemilihan flow metertersebut dapat dimasukan kedalam pertanyaan sebagai berikut :

  • Jenis Fluid yang akan digunakan pada flow meter : gas, water, chemical, oil , liquid gas, sludge, dll

  • Pengukuran flow meter hanya pada flow atau total fluid yang mengalir atau kedua2nya

  • Viscosity dari fluid, Kebersihan/kekotoran dari fluid ( lumpur, banyak kotoran atau bersih ) yang mengalir ke flow meters

  • Tujuan dari Flow meter : sebagai alat ukur flow, total volume, control, switch, pengiriman sinyal electric yang berfungsi sebagai control ataupun data ke komputer atau Hand phone lewat sms.

  • Perlu tidaknya display pada flowmeter atau electronic signal out put or electrical out put.

  • Besaran ( max dan min ) dari Flow rate, working Pressure, Temperature dari fluid yang akan diukur flow meter

  • Perlu tidaknya sistem kedap air pada flow meter ( water proof) atau area yang mudah terbakar atau explossive atau yang setandart

  • Penggunaan untuk bahan kimia dan makanan seperti tingkat keasaman dari fluid atau perlu food grade untuk matrial flow meter yang sering digunakan di industry obat atau makanan dan minuman.

  • Ukuran dari pipa dimana flow meter ini di install termasuk menggunakan sistem sambungan flange atau ulir atau fitting

  • Sistem insatallasi flow meter : Vertical atau horizontal

  • Keterangan lain yang diperlukan dalam memilih jenis flow meter karena pada dasarnyaflow meter bisa dibuat/dipesan sesuai dengan keinginan pemesan (custom)

Berdasarkan cara installasi flow meter dapat dikelompokan sebagai berikut

Inline Flow Meter

Inline Flow Meter adalah jenis flow eter yang cara installasinya dengan melakukan pemotongan pipa yang kemudian di beri koneksi baik itu berupa flange maupun ulir atau bisa juga di las langsung ke pipa yang di potong dan ada juga yang jenis wafer yaitu dengan menjempit flow meter apada ddua sisi pipa yang telah di beri flange.

Insertion Flow Meter

Insertion Flow meter adalah jenis flow meter yang installasinya dengan cara melubangi pipa yang kemudian diberi fitting baik dengan cara mengelas fitting atau dengan memasang saddle fitting. Selanjutnya flow sesnor yang merupakan bagian dari flow meter dimasukan dan di ikat dalam fitting baik dengan cara didengan ulir maupun dengan flange.

Clamp On Flow Meter

Clamp on flow meter adalah jenis flow meter yang cara instalasinya tidak memotong pipa maupun melubangi pipa tapi cukup dengan cara menempelkan flow sesnor di permuaan luar pipa yang kemudian di clamp. Flow meter jenis ini sekarang banyak digunakan untuk mereka yang tidak ingin proses produksi terganggu karena pompa atau valve tidak perlu dimatikan. Jenis flow meter clamp on ini hanya dimiliki oleh jenis flow meter ultrasonic sehingga sering di sebut dengan clamp on ultrasonic flow meter.

Flowmeter ultrasonic merupakan tipe flow meter yang cara kerjanya mengukur kecepatan aliran fluida dengan menggunakan ultrasound sehingga dengan perhitungan volume yang mengalir bisa terbaca di transmitter ultrasonic.

Dengan menggunakan sensor ultrasonik atau sering disebut transducer ultrasonic flowmeter dapat mengukur kecepatan rata dari aliran fluida dalam pipa dengan cara mengukur rata rata perbedaan waktu antara waktu pengiriman signal dan penerimaan signal dengan arah aliran.

Open Channel Flow Meter

Open channel flow meter adlah flow meter yang dapat diaplikasikan untuk mengukur aliran pada sistem saluran terbuka seperti pada kanal, sungai atau parit.